Era media sosial saat ini menyebabkan semua orang bisa memposting konten sendiri, tanpa memikirkan apa penyebabnya. Kasus cyber bullying yang menimpa remaja seakan menjadi cerita bersambung yang tidak pernah ada habisnya. Kendati cyber bullying terus merebak, nyatanya ini tak membuat situs jejaring sosial kehilangan peminatnya. Bahkan jumlah layanan sosial baru bahkan terus bertambah banyak.
Indonesia disebut-sebut sebagai social media capital of the world menurut studi yang dilakukan perusahaan riset pasar mobile On Device Research. Berbagai data yang dihimpun On Device Research menunjukkan angka-angka fantastis Indonesia mengenai pemakaian media sosial. Indonesia menduduki peringkat ketiga di dunia sebagai pengguna Twitter terbanyak dan jumlah tweet yang dipos dari Jakarta melampaui Tokyo, London, bahkan New York. Di ranah Facebook, Indonesia menduduki peringkat keempat. Tidak heran jika Facebook membuka kantornya di Indonesia, disusul oleh Twitter yang juga siap membuka kantornya dalam beberapa bulan mendatang.
Sayangnya, di Indonesia juga terdapat kasus-kasus kontroversial yang bermuara dari media sosial. Kasus paling hangat tentu saja adalah kasus Florence Sihombing yang menghina Kota Yogyakarta di media sosial Path. Racauan tersebut langsung saja membuatnya menuai kecaman di mana-mana, bahkan sampai diseret ke meja hukum.
Coba pikirkan ulang dan evaluasi kegiatan online Anda. Ingat, bukan sekedar media sosial, namun hal-hal kecil seperti status dan profile picture BBM, Whatsapp, serta Line yang tidak pantas juga dapat mencederai profesionalitas Anda. Tentunya Anda tidak mau menjadi bahan gosip di kantor, atau dianggap ancaman bagi perusahaan, bukan? Nah, sekarang giliran Anda memutuskan, apakah Anda mau menerapkan tips di atas atau mengingatnya sebagai pelajaran dalam menggunakan media sosial secara beretika? Let's be smart and be wise on social media guys!