Masalah pencemaran udara dikota-kota besar terutama di Jakarta sangat dipengaruhi berbagai faktor yaitu, tofografi, kependudukan, iklim dan cuaca serta tingkat atau angka perkembangan sosial ekonomi dan industrialisasi. Jika jumlah penduduk perkotaan semakin meningkat maka mengakibatkan polusi udara yang juga meningkat. Hal ini akan mengarah kepada kebutuhan energi yang lebih besar sehingga menghasilkan pembuangan limbah padat, asap kendaraan bermotor dan asap pabrik yang merusak kualitas udara. Tidak hanya mempengaruhi sistem pernafasan dan pembuluh darah, polusi juga merugikan kesehatan kulit manusia.
Menurut dermatologi asal Beijing, Cina, Prof. Wei Liu, polusi udara mengandung 224 bahan kimia yang bisa merusak kondisi kesehatan kulit. Partikel udara tersebut merusak protein di lapisan kulit bernama keratin yang mengakibatkan sel berhenti untuk beregenerasi. Keratin tersebut berfungsi mencegah sel-sel kulit mengalami kekeringan. Sehingga kulit wajah akan terlihat kusam, timbul jerawat serta flek hitam dan juga kehilangan kadar air yang menimbulkan kerut dan garis halus. Kulit merupakan organ terbesar tubuh yang memiliki fungsi utama sebagai pelindung tubuh dari zat-zat berbahaya, seperti radiasi ultraviolet, bahan kimia, dan elemen eksternal lainnya. Tingkat paparan dan berapa lama Anda terpapar oleh zat berbahaya memberikan dampak kerusakan yang berbeda-beda pula pada kulit Anda.Anda mungkin berpikir bahwa kulit hanya terpapar oleh zat berbahaya saat sedang berada di luar ruangan atau di lingkungan kerja. Meski benar begitu, paparan dari zat berbahaya juga bisa muncul saat Anda berada di rumah ketika melakukan kegiatan sehari-hari.
Masalah-masalah kulit yang timbul akibat polusi udara adalah iritasi kulit seperti kulit merah dan gatal, kulit kering dan kusam, berjerawat hingga munculnya flek. Untuk mencegah anda mengalami masalah kulit akibat polusi udara ini, anda harus melakukan perawatan wajah dirumah yaitu dengan membersihkan kulit wajah untuk mencegah penumpukan debu yang dapat menutup pori-pori kulit. Kulit yang bersih dapat memberi kesempatan pada kulit untuk mendapatkan asupan oksigen yang dibutuhkan untuk proses regenerasi sel-sel kulit sehingga kulit tetap sehat. Anda juga bisa menggunakan masker yang mengandung vit C yang berfungsi untuk meningkatkan kinerja sel-sel kulit, mencerahkan warna kulit serta mengurangi dehidrasi dan stress pada kulit.
Cara-cara sederhana, namun penting, yang bisa kita lakukan untuk mengurangi dampak kerusakan kulit akibat polusi.
Rajin Membersihkan Kulit
Menghindari polusi bisa dikatakan sangatlah mustahil, oleh karena itu, Anda senantiasa harus berusaha meminimalisasi dampak yang diakibatkan polusi terhadap kulit Anda. Bantu kulit dengan cara selalu membersihkannya. Cuci muka tiap hari dengan sabun yang lembut di kulit. Luruhkan sel-sel kulit mati agar kulit bisa membentuk lapisan baru dengan cara melakukan scrubbing (pastikan Anda tidak menggunakan produk yang membuat kulit semakin kering), dan selalu aplikasikan pelembap.
Jangan Merokok
Merokok adalah hal kedua terburuk setelah matahari. Merokok menyebabkan keriput dan kulit kering. Hindari asap rokok sebisa mungkin karena asap rokok merusak struktur kulit.
Gunakan Tabir Surya
Kombinasi polusi udara dan cahaya ultraviolet (UV) dapat melipatgandakan dampak buruk radiasi UV pada kulit. Oleh sebab itu, gunakan tabir surya dengan SPF 30. Anda bisa memilih tabir surya yang mengandung zinc atau titanium dioxide yang dapat menghalangi penyerapan sinar ultraviolet pada kulit.
Polusi ada di mana-mana, baik di ruangan terbuka maupun tertutup, Anda tidak akan pernah terlindungi sepenuhnya dari polusi. Dan kulit Andalah yang pertama kali terekspos oleh semua zat berbahaya ini. Karena itu, usahakan untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan tempat Anda tinggal dan bekerja, juga melakukan perawatan terhadap kulit, baik dari luar, maupun dalam.