Heels mungkin terlihat cocok di atas catwalk tetapi apa heels cocok untuk digunakan wanita sehari-hari bersama dengan pakaian kerja? The Society of Chiropodists dan Podiatrists prihatin tentang jumlah perusahaan yang bersikeras bahwa staff wanita diharuskan memakai sepatu hak tinggi sebagai bagian dari kode berpakaian mereka.
Sepatu hak tinggi (heels) adalah sesuatu yang sebenarnya salah bagi kebanyakan wanita. Mereka telah disalahkan untuk berbagai masalah kesehatan seperti sakit punggung - sedangkan sepatu berjenis balet datar (flats) sebenarnya jauh lebih baik untuk Anda, bukan?
Setiap wanita ingin memiliki tumit tinggi sempurna, tetapi bukan hanya dengan menggunakan heels setiap harinya. Jika Anda mempertimbangkan hal ini ketika membeli sepatu, Anda dapat meningkatkan kenyamanan kaki secara keseluruhan.
Sepatu hak tinggi dapat menunjang penampilan wanita yang ingin tampil seksi. Tidak dipungkiri sepatu hak tinggi dapat membuat kaki Anda terlihat jenjang sehingga terlihat lebih langsing. Namun, penggunaan sepatu hak tinggi atau high heels yang terlalu lama dapat berbahaya bagi tubuh dan kesehatan. Berikut dampak negatif dari pemakaian high heels yang terlalu lama:
Bunions adalah kondisi ketika terdapat benjolan abnormal tulang di pangkal jempol kaki. Menurut American Academy of Orthopaedic Surgeons, penyakit ini seringkali terjadi pada wanita dan disebabkan karena sepatu yang sempit dan berhak tinggi. Bunions menimbulkan rasa luar biasa sakit pada penderitanya dan biasanya hanya bisa diobati melalui operasi.
Saat berjalan kaki menjadi tumpuan dari seluruh berat tubuh, dan dengan mengenakan high heels maka beban yang diberikan kepada kaki menjadi tujuh kali lebih besar dibandingkan dengan menggunakan sepatu flat. Menurut ahli penyakit kaki Dr. Greene, memakai high heels dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan pembengkakan pada kaki dan dapat memicu penyakit neuroma yang mengganggu sistem jaringan saraf di kaki.
Menurut Dr. Greene, tubuh manusia tidak cocok untuk mengenakan high heels setiap hari karena ketinggian sepatu tersebut dapat menyebabkan tegangnya otot pada betis. Selain berpengaruh bagi otot kaki, memakai high heels yang terlalu sering juga dapat menyebabkan nyeri tulang belakang, leher, dan bahu.
Pada saat berjalan, lutut bekerja lebih keras. Wanita yang memiliki berat badan berlebih bisa terkena osteoarthritis, yaitu munculnya tulang muda baru atau pengapuran. Tulang rawan pada persendian lutut rusak akibat terlalu sering bergesekan dan menopang beban yang berat.
Tips Mencegah Dampak Negatif Saat Memakai High Heels
1. Memilih Tingginya High Heels
Menurut Dr. Greene, mengenakan high heels dengan tinggi lebih dari 5 cm sebaiknya digunakan sesekali, untuk makan malam ataupun acara pernikahan. Sedangkan untuk sehari-hari, pakailah sepatu yang memiliki hak sekitar satu sampai satu setengah inci. Selain itu, sepatu dengan hak berukuran lebar juga lebih bersahabat dengan kesehatan Anda dibandingkan dengan high heels dengan hak runcing yang kurang stabil.
Setelah selesai memakai high heels dengan hak tinggi dari acara spesial, lepaslah sepatu tersebut lalu berikan pijatan pada kaki Anda. Selain itu, gunakanlah sepatu berbeda setiap harinya agar kaki dan betis Anda tidak bergerak ke posisi yang sama dalam jangka waktu lama.