Tahukah anda???
Sebagian besar orang Asia memiliki gaya hidup (lifestyle) yang tidak baik seperti diketahui kalau sebagian dari mereka lebih mudah menyimpan lemak di perut ketimbang orang Eropa. Ini akibat faktor gaya hidup (lifestyle) dan genetik.
Secara global, prevalensi diabetes paling banyak ditemukan di negara-negara Asia ketimbang Eropa. Hal ini disampaikan Astri Kurniati, M.Si, Manager of Nutrition and Health Science Department Nutrifood Research Centre, saat acara temu media dengan tema Diabetes Attacks Younger People, FX Plaza, Jakarta.
"Orang Asia diketahui lebih mudah menyimpan lemak di perut ketimbang orang dari ras Kaukasia. Selain faktor gaya hidup, faktor genetik juga berperan," jelas Astri.
Astri pun menyampaikan, orang Asia cenderung memiliki jaringan visceral fat lebih banyak ketimbang orang Eropa. Lemak visceral merupakan jenis lemak tubuh yang ada di perut yang letaknya berada di dekat organ dalam tubuh manusia.
"Semakin banyak visceral fat ada di organ dalam tubuh kita, dia bisa mengeluarkan senyawa-senyawa yang bisa membuat insulin resisten," katanya.
Astri mengatakan, visceral fat tidak hanya terdapat di perut, tapi juga ada di sekeliling organ dalam manusia, seperti paru-paru dan jantung. Penelitian telah menunjukkan bahwa manusia dengan lemak visceral lebih rentan terhadap penyakit jantung, stroke, diabetes, dan hipertensi.
Lemak visceral atau visceral fat umumnya lebih berbahaya ketimbang lemak subkutan atau lemak tubuh yang berada dekat dengan permukaan kulit dan biasanya lebih mudah dihilangkan daripada lemak visceral.
"Visceral fat ini berbahaya karena berada di sekeliling organ dalam manusia," lanjutnya.
Astri memaparkan, pada kebanyakan orang Asia yang menderita diabetes, mereka umumnya memiliki indeks masa tubuh (BMI) atau berat badan yang normal. Padahal, tanpa disadari, orang-orang ini sesungguhnya memiliki terlalu banyak lemak di sekitar organ internal.
"Jadi, banyak orang yang BMI-nya normal atau under, tapi lemaknya berlebih," jelasnya.
Setiap orang pada dasarnya mempunyai jaringan lemak visceral atau intra abdomen. Tetapi penumpukan lemak ini semakin besar pada mereka yang punya kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi lemak, gula, malas beraktivitas, dan kurang tidur.
Deposito lemak di dalam tubuh dapat mengeksresikan zat yang memengaruhi organ-organ di sekitarnya. Lemak perut sangat berisiko karena letaknya yang dekat dengan pembuluh darah utama yang membawa darah ke dalam hati. Beberapa zat diekskresikan oleh lemak yang kemudian dibawa ke hati dan kemudian memengaruhi kadar lemak dan kolesterol dalam darah.
Lemak perut juga terkait erat dengan peningkatan LDL dan penurunan kadar kolesterol HDL, serta kanker payudara, kanker endometrium, dan kanker kolorektal.
Lebih lanjut Astri mengungkapkan, bagaimana gaya hidup orang Asia membuat lebih gampang menyimpan lemak dibanding orang Barat (Eropa).
"Gaya hidup orang Asia cenderung lebih keras dibandingkan orang Eropa. Di Asia, restoran-restoran atau tempat makan masih banyak yang buka. Di luar (negara-negara Barat/Eropa), pukul 17.00 toko-toko sudah banyak yang tutup. Berarti, banyak orang di Asia yang masih bekerja di malam hari. Juga bagi mereka yang kerja shift malam hari. Kerja di malam hari cenderung akan lebih lapar karena pengaruh reaksi hormon. Kalau malam, biasanya makan asal kenyang saja. Seperti mie instan yang 90% karbohidrat semua. Itu efeknya juga menjadi penyimpanan lemak di dalam tubuh kita menjadi lebih banyak," jelasnya.