Saat ini menjelajah kuliner bukan hanya menjadi kebutuhan pokok, namun juga menjadi bagian dari lifestyle. Beberapa restoran dan juga makanan unik yang patut Anda coba terdapat di beberapa wilayah Asia.
 |
| Burger King Japan |
Untuk para pecinta alpukat Anda bisa mampir ke Burger King jika berwisata ke Jepang. Karena, restoran cepat saji ini mengkreasikan burger baru dengan menggunakan potongan alpukat bersama daging. Ada jenis Fresh Avocado Whopper Jr. Menu ini menggunakan dua sandwich dengan harga 350 yen. Ada juga jenis Fresh Avocado Whopper Premium dengan harga 550 yen. Awalnya, burger ini dihargai hingga 910 yen. Namun dinilai terlalu mahal untuk ukuran makanan cepat saji. Burger alpukat ini tidak tersedia untuk menu sarapan, karena baru akan disajikan mulai pukul 10.30 waktu setempat.
 |
| Jakarta Coffe House |
Menikmati secangkir kopi menjadi bagian dari gaya hidup urban. Saat ini sudah banyak tempat yang menyediakan cafe untuk sekedar bertemu rekan atau client dengan menyajikan kopi. Bermunculan dengan berbagai konsep dan menawarkan keunggulan menu kopi masing-masing. Jakarta Coffee House Sebagai micro coffee roastery , mesin grinder terpajang di dekat pintu masuk Jakarta Coffee House (JCH) yang berada di bilangan Cipete Raya No. 2, Jakarta Selatan. Mesin ini kerap digunakan untuk menggoreng biji kopi.JCH hadir untuk mengajak konsumen agar mau mengenal kopi khas Indonesia. JCH juga menyediakan menu tambahan berupa latte dalam sajian panas ataupun dingin (vanilla, hazelnut, caramel, mocha, avocado). Harganya terentang dari Rp 25-35.000. Sedangkan bagi konsumen yang tertarik membawa pulang biji kopi untuk digiling sendiri, ada pula kemasan 200 gram untuk 9 jenis single origin dengan varian harga Rp80-275.000.Banyak konsumen asing yang menjadi pelanggan kedai kopi ini.
 |
| Nagashi Somen |
Somen adalah sejenis mie tipis asal Jepang yang dibuat dari tepung terigu. Mie ini sangat tipis dan kenyal. Somen biasanya disajikan sebagai campuran salad, sup, atau disajikan dengan saus ringan. Saat musim panas, menurut situs Toyohara somen menjadi salah satu hidangan favorit warga Jepang. Disajikan dingin dengan direndam dalam air dan es batu, kemudian dimakan setelah dicelupkan ke dalam saus tsuyu segar yang terbuat dari kecap Jepang, rebusan ikan, mirin, bawang, dan myoga (sejenis jahe dari Jepang). Tak jarang warga Jepang membuat nagashi somen ini untuk dimakan bersama keluarga atau para tetangga saat siang hari yang gerah. Yang tinggal di rumah kecil di kota besar dan kesulitan mencari pohon bambu biasanya membeli mesin nagashi somen kecil untuk diletakkan di meja makan. Mesin ini dirancang untuk mensimulasikan pengalaman makan nagashi somen di rumah, jadi warga kota yang rumahnya kecil tak perlu repot-repot mencari batang bambu terlebih dahulu jika ingin makan somen.
 |
| Wedang Uwuh |
Wedang uwuh adalah minuman dengan bahan-bahan yang berupa dedaunan, rempah-rempah, jahe dan secang, yang disajikan panas atau hangat memiliki rasa manis dan pedas dengan warna merah cerah dan aroma harum. Wedang Uwuh khas Bantul ini bisa mendunia, dan upaya promosi ke dunia, bisa dengan media website, kemudian juga produk ini dibawa dalam setiap even pameran yang diselenggarakan di luar negeri. Selama ini wedang uwuh khas Bantul juga sudah dipasarkan di berbagai pasar modern di Yogyakarta dan sekitarnya, sehingga kuliner ini memang sudah diterima masyarakat dari berbagai kalangan.
 |
| Kangoku Shokudo |
Kangoku Shokudo yang terletak di kota Abashiri, Hokkaido konsepnya menyajikan makanan untuk para narapidana di dalam penjara Kedai kecil yang dalam bahasa Indonesia namanya berarti 'kafetaria penjara' ini khusus menyediakan menu makanan seperti yang disajikan untuk para penghuni Rutan Abashiri. Yang menjadi andalan mereka adalah paket makan siang otentik ala Rutan Abashiri. Terdiri dari dua macam, yaitu Paket A dan Paket B. Paket A yang dihargai 800 yen terdiri dari semangkuk nasi campur barley, ikan goreng, beberapa irisan tipis daikon (lobak Jepang), salad mie Harusame, dan sup miso. Sementara paket B yang harganya 700 yen terdiri dari nasi campur barley, ikan goreng, gorengan dengan sayuran bumbu Jepang, yam (masakan China), dan sup miso. Meskipun masakan ala penjara biasanya hambar dan tidak enak, ternyata menurut Kuzo hidangan paket B yang dia makan terasa lezat, terutama ikan mackerel gorengnya yang segar. Daikon-nya pun terasa manis. Ternyata makanan yang dimakan para narapidana di Jepang cukup lezat meskipun sederhana. Gizinya pun lengkap. Hanya saja jika memakan menu makan siang yang hanya terdiri dari dua variasi setiap harinya, tentu akan timbul kebosanan.